January 31, 2018
loading

PENGALAMAN RS AN-NISA DI ERA BPJS

Posted by    Humas Berita

Sejak awal pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional sudah menjadi provider BPJS Kesehatan.Jumlah peserta BPJS yang memanfaatkan layanan ini setiap bulannya terus meningkat, waktu di awal pelaksanaan pada Bulan Januari 2014 proporsi pasien BPJS sekitar 35% dari total pasien , per Oktober 2014 sudah meningkat mencapai 60%.

Banyaknya peserta BPJS yang memilih rumah sakit AN-NISA karena kebijakan rumah sakit yang tidak membedakan pelayanan antara pasien BPJS dan non BPJS, tidak ada pembatasan jam pelayanan untuk rawat jalan serta tidak ada sistem kuota atau pembatasan jumlah tempat tidur untuk rawat inap.

Komitmen Rumah Sakit AN-NISA dalam melayani pasien BPJS mendapatkan apresiasi dari pemerintah berupa penghargaan sebagai RUMAH SAKIT YANG PALING BERKOMITMEN PADA TAHAP AWAL PELAKSANAAN BPJS

yang serahkan oleh Menteri PPN/BAPENAS ibu Armilda Alisyahbana. Atas prestasi ini banyak rumah sakit yang melakukan studi banding ke rumah sakit ANNISA bukan hanya dari propinsi Banten, tetapi juga dari Bali, Kalimantan dan Sulawesi.

Tim Majalah ANNISA mencoba menggali rahasia dari cerita sukses ini langsung dari direktur RS AN-NISA, dr Ediansyah MARS.

Disela-sela kesibukan menjalankan operasional rs, memenuhi undangan untuk berbagi pengalaman melayani pasien BPJS serta menerima rumah sakit yang melakukan studi banding, Tim Majalah RS AN-NISA diterima di ruangan direktur yang cukup sederhana dan dipenuhi oleh deretan buku-buku.

 

Program Jaminan Kesehatan Nasional perlu didukung oleh semua pihak, hanya mengandalkan rumah sakit pemerintah tidak akan mampu melayani seluruh peserta oleh karena itu di perlukan peran serta rumah sakit swasta. Peluang ini direspon oleh RS AN-NISA dengan strategi meningkatkan kapabilitas organisasi.

“Peluang hanya mendatangi orang yang siap, jika ANNISA ingin sukses menjalankan program JKN dan melayani pasien BPJS dengan baik harus mempersiapkan diri dengan cara menguasai konsep casemix dan INA CBG yang digunakan sebagai metode pembayaran.”

 

RS AN-NISA dalam menghadapi JKN telah mempersiapkan diri sejak Maret 2013, hal – hal yang telah dilakukan

    • Mengikuti pelatihan selama 20 hari tentang konsep casemix

    • Melakukan Simulasi akibat dari perubahan sitem pembayaran retrospektif (fee for service) menjadi pembayaran sistem paket (INA CBG).

    • Membentuk tim casemix rs

    • Melakukan sosialisasi ke seluruh karyawan dan staff medis

    • Menyusun clinical pathway

    • Menyusun strategi efisiensi (kendali biaya)

    • Meningkatkan efiktivitas pelayanan (kendali mutu)

    • Meningkatkan sistem IT

    “Memahami konsep casemix sangat di perlukan untuk menyusun strategi yang tepat, 
    tetapi tantangan yang terberat adalah bagaimana mengeksekusinya 
    sehingga bisa di implementasikan dengan baik.”

    Manajemen RS menyadari bahwa dokter memegang peranan yang sangat penting dalam implementasi kendali mutu dan kendali biaya, sehingga kebijakan yang dibuat oleh manajemen selalu dikomunikasikan secara terbuka (transparan) dengan dokter.

    Evaluasi dilaksanakan secara teratur setiap persoalan yang muncul segera dicarikan solusinya dengan mengutamakan kepentingan pasien.

    Apabila menyangkut kepesertaan dan peraturan segera dikomunikasikan dengan pihak BPJS.

Related Articles