October 30, 2020
loading

Makanan untuk Program Hamil yang Sukses

Posted by    Marketing Kesehatan

 

Bagi Anda dan pasangan yang ingin segera menimang anak, mengonsumsi makanan untuk program hamil penting dilakukan. Tak hanya menyehatkan, berbagai jenis makanan tersebut juga membantu calon ibu mempersiapkan diri dalam menghadapi kehamilan.

Kehadiran anak merupakan dambaan hampir semua pasangan yang sudah menikah. Salah satu saran yang kerap dianjurkan agar cepat hamil adalah menjalani gaya hidup sehat, termasuk dengan mengonsumsi makanan sehat untuk program hamil.

Pilihan Asupan agar Program Hamil Sukses

Berikut ini adalah beberapa jenis nutrisi yang perlu terkandung di dalam makanan untuk program hamil:

1. Protein

Protein membantu memperbaiki sel dan jaringan tubuh yang rusak serta mendorong produksi asam amino. Asam amino merupakan pendukung pertumbuhan sel tubuh ibu dan janin.

Selain itu, protein juga meningkatkan jumlah darah dalam tubuh, serta membantu jaringan rahim dan payudara berkembang selama hamil nanti. Jumlah asupan protein yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah 60–65 gram setiap harinya.

Asupan makanan yang mengandung protein bisa diperoleh dari makanan laut (seafood), telur, tahu, tempe, susu, keju, yoghurt, daging, dan kacang-kacangan, seperti kacang kedelai.

2. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber energi yang penting. Guna memperbesar peluang hamil, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi karbohidrat sebanyak 300–350 gram sehari.

Namun, jangan sampai Anda salah pilih jenis karbohidrat yang dikonsumsi. Agar lebih sehat, pilihlah makanan untuk program hamil yang mengandung karbohidrat kompleks atau karbohidrat yang bersumber dari gandum utuh, buah-buahan, kentang, oatmeal, beras merah, dan sayuran.

3. Vitamin

Memenuhi asupan vitamin harian sangat penting bagi tubuh, terlebih lagi jika Anda dan pasangan ingin segera memiliki momongan. Berikut ini adalah beberapa jenis vitamin yang penting untuk mendukung program hamil:

  • Vitamin A, untuk mendukung pertumbuhan gigi dan tulang, memelihara kesehatan mata, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Rekomendasi asupan vitamin A harian adalah 600 RE. Vitamin A bisa diperoleh dari wortel, bayam, ubi, brokoli, dan jeruk.
  • Vitamin B1, untuk mengatur sistem saraf dan meningkatkan energi. Rekomendasi asupan B1 harian adalah 1,1 mg dan terkandung di dalam gandum utuh, telur, nasi, sayuran, dan kacang-kacangan.
  • Vitamin B2, untuk menyehatkan kulit dan mata. Jumlah asupan harian vitamin B2 yang direkomendasikan adalah 1,1 mg dan dapat ditemukan di dalam daging merah, unggas, ikan, telur, dan produk olahan susu.
  • Vitamin B3, untuk meningkatkan kesehatan pencernaan, saraf, dan kulit. Rekomendasi asupan vitamin B3 harian adalah 14 mg dan banyak terkandung di dalam kacang, telur, ikan, daging merah, dan susu.
  • Vitamin B6, untuk membantu produksi sel darah merah. Rekomendasi asupan vitamin B6 harian adalah 1,3–1,5 mg. Vitamin B6 dapat ditemukan di hati, daging merah, ikan, ayam, kacang kedelai, wortel, bayam, pisang, dan brokoli.
  • Vitamin B12, untuk pembentukan DNA dan dapat membantu mencegah cacat tabung saraf (spina bifida). Rekomendasi asupan vitamin B12 harian adalah 4 mikrogram dan terkandung di dalam ikan, kerang, daging merah, telur, produk olahan susu, daging ayam, dan hati.

4. Mineral

Beberapa jenis mineral yang terkandung dalam makanan atau suplemen diketahui berperan dalam meningkatkan peluang hamil. Jenis-jenis mineral yang dimaksud meliputi:

  • Kalsium, untuk membantu fungsi saraf dan otot, mencegah penggumpalan darah, serta menyehatkan gigi dan tulang. Anda dianjurkan untuk mengonsumsi kalsium sebanyak 1000–1200 mg setiap harinya. Kalsium banyak ditemukan di susu, keju, yoghurt, ikan, dan sayuran berdaun hijau.
  • Zat besi, untuk mencegah bayi terlahir prematur atau lahir dengan berat badan rendah, serta berperan penting dalam produksi hemoglobin dan sel darah merah. Asupan harian zat besi yang direkomendasikan adalah 18 mg dan terkandung di dalam daging merah, bayam, dan kacang-kacangan.
  • Zinc atau seng, dapat memengaruhi ovulasi dan kesuburan pada wanita serta produksi mani dan testosteron pada pria. Oleh karena itu, pria dianjurkan memenuhi asupan zinc sebanyak 11 mg setiap harinya, sementara wanita 8 mg. Zinc terkandung di dalam daging merah, gandum utuh, dan produk olahan susu.

5. Lemak

Tidak semua lemak itu jahat dan berbahaya bagi tubuh. Ada beberapa lemak baik yang justru baik dikonsumsi sebagai makanan untuk program hamil. Misalnya, asam lemak omega-3 dan omega-6. Kedua asam lemak tersebut diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang janin.

Lemak juga berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan plasenta serta berbagai jaringan tubuh janin, seperti otak dan mata janin.

Beberapa studi pun menyebutkan bahwa asupan lemak sehat yang tercukupi selama hamil atau saat menjalani program hamil dapat mengurangi risiko janin terlahir prematur atau lahir dengan berat badan rendah.

Lemak baik tersebut bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi ikan laut, minyak canola, minyak kacang, telur, dan minyak kedelai.

6. Asam Folat

Ini adalah nutrisi dari makanan untuk program hamil yang paling penting. Kenapa? Mengonsumsi asam folat sebelum dan selama Anda hamil mampu menurunkan risiko cacat tabung saraf pada janin hingga 50%.

Tak hanya itu, asam folat juga diduga membantu mengurangi risiko preeklamsia dan menurunkan risiko janin menderita cacat jantung, bibir sumbing, dan kelainan pembentukan mulut.

Untuk mempersiapkan kehamilan, Anda disarankan mengonsumsi asam folat sebanyak 400 mcg per hari. Asam folat ini juga terkandung dalam kacang-kacangan, kacang polong, alpukat, sayuran berdaun hijau (bayam, brokoli, asparagus), dan jeruk.

Perlu Anda ketahui jika mengonsumsi berbagai makanan di atas tidak lantas membuat Anda langsung hamil. Nutrisi dari makanan tersebut berfungsi menjaga atau mempersiapkan tubuh Anda agar selalu sehat dan bisa menjadi rumah yang baik bagi calon bayi kelak.

Selain mengonsumsi makan dengan berbagai nutrisi tersebut, Anda dan pasangan juga disarankan untuk melakukan beberapa hal berikut agar bisa cepat hamil:

  • Menemui dokter kandungan secara berkala guna mengetahui apakah ada masalah terkait kesuburan atau hambatan dalam menciptakan kehamilan
  • Menghentikan kebiasaan merokok atau minum minuman beralkohol
  • Mencatat periode masa subur dan perbanyak hubungan seks tanpa kondom di waktu tersebut
  • Mengendalikan stres

Dengan menerapkan berbagai langkah di atas, Anda dan pasangan diharapkan bisa segera menimang bayi yang lucu dan sehat. Ingatlah bahwa konsumsi makanan untuk program hamil di atas perlu diiringi dengan upaya lain agar keberhasilan program hamil bisa tercapai.

Jika Anda dan pasangan sudah melakukan berbagai cara namun belum juga mendapatkan momongan, sebaiknya konsultasikan masalah tersebut ke dokter kandungan.

sumber: Alodokter

Related Articles