October 7, 2019
loading

Bagaimana Cara Melatih Anak Mandiri?

Posted by    Marketing Kesehatan

Sikap mandiri adalah hal yang penting dimiliki setiap orang. Agar terbiasa mandiri, sikap ini perlu dilatih dan dididik sejak masa kanak-kanak. Bila tidak, maka anak bisa saja terus bergantung pada orang tua atau orang di sekitarnya dan sulit beradaptasi dengan lingkungan ketika dewasa.

Setiap orang tua tentu ingin memiliki anak yang mandiri. Akan ada kebanggaan tersendiri bila anak bisa melakukan hal-hal sederhana dan tidak selalu bergantung pada orang tua.

Bukan hanya untuk kebanggaan orang tua semata, sifat mandiri juga merupakan bekal penting bagi anak kelak ketika ia sudah dewasa dan harus menghadapi dunia dengan tantangan yang lebih berat dibandingkan masa kanak-kanak.

Kiat Cerdas Mendidik Anak agar Mandiri

Melatih sikap mandiri pada anak bisa diterapkan dari hal-hal kecil yang biasa ia lakukan. Segala sesuatu yang Anda ajarkan akan memengaruhi kemampuan anak dalam bersikap, termasuk menumbuhkan sikap mandiri pada dirinya. Namun, caranya harus disesuaikan dengan usia, tumbuh kembang, dan kemampuan Si Kecil.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melatih kemandirian anak, yaitu:

1. Mulailah dengan memberi tugas kecil

Cara melatih anak agar mandiri bisa dimulai dari memberi tugas kecil, seperti melibatkan anak untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Berikan ia tugas yang ringan tetapi bermanfaat, seperti membereskan tempat tidur, membersihkan mainan, melipat pakaian, menyapu, atau menjaga adik.

Kegiatan kecil seperti ini bisa mengajarkan anak untuk bertanggung jawab, meningkatkan rasa percaya diri, dan tentunya membentuk karakter mandiri pada dirinya.

2. Biarkan anak menentukan pilihannya sendiri

Anak yang mandiri adalah anak yang tidak terlalu bergantung pada orang lain untuk urusan yang bisa ia selesaikan sendiri. Karena itu, Anda perlu membiasakan Si Kecil untuk mengambil keputusannya dan tidak terlalu memaksakan keinginan Anda padanya.

Sebagai gantinya, Anda bisa memberi masukan mengenai keputusan yang akan dipilih Si Kecil dengan cara yang mendidik. Beri penjelasan dari sisi positif dan negatif bila ia hendak melakukan suatu hal.

Jika pilihan yang dibuat Si Kecil keliru, berikanlah penjelasan yang mudah dimengerti agar ia kelak bisa mengambil pilihan yang lebih baik. Cara ini juga merupakan salah satu bentuk parenting yang baik untuk Si Kecil.

3. Jangan selalu membantu

Semakin besar usia anak, tentunya ia akan tertarik untuk melakukan banyak hal, seperti mengikat tali sepatu, mengancing pakaian, mengambil makanannya sendiri, atau belajar memasak. Hal ini bisa Anda manfaatkan untuk melatih Si Kecil agar lebih mandiri.

Saat ia mengalami kesulitan, sebaiknya jangan langsung memberikan bantuan. Biarkan Si Kecil berusaha terlebih dahulu dan berilah dukungan agar ia tidak mudah menyerah. Dukung Si Kecil hingga ia bisa melakukan aktivitas tersebut seorang diri dan lebih mandiri melakukannya di kemudian hari.

4. Berikan lingkungan yang ramah anak

Ketika Si Kecil dalam proses belajar menjadi anak yang mandiri, Anda perlu memastikan lingkungan rumah aman dan ramah baginya. Misalnya, ketika ia belajar untuk mandi sendiri, pastikan lantai kamar mandi dalam keadaan yang bersih dan kesat.

Saat Si Kecil belajar untuk mencuci piring atau memasak sendiri, berikan ia piring dan gelas plastik atau pilih kegiatan memasak yang tidak terlalu berisiko, seperti memilih dan mencuci sayuran dan buah-buahan.

5. Hargai setiap usahanya

Saat Si Kecil melakukan suatu hal yang baik dan mampu menumbuhkan sikap kemandiriannya sedikit demi sedikit, pastikan Anda beserta keluarga senantiasa memberikannya pujian.

Meski terlihat sepele, tetapi memberikan pujian atas semua usaha yang anak lakukan dapat meningkatkan semangatnya untuk terus maju dan mau mengembangkan sikap mandirinya.

Melatih sikap mandiri pada anak tidak bisa dilakukan secara instan. Perlu waktu bagi mereka untuk memahami dan menerapkan hal tersebut. Yang paling penting adalah orang tua harus menjadi contoh yang baik supaya anak dapat mengetahui bagaimana harus bersikap dan berperilaku.

Jika perlu, Ayah dan Bunda bisa mencari cara khusus yang cocok dengan karakter dan sifat Si Kecil dengan berkonsultasi ke psikolog.

 

Sumber : Alodokter.com

Related Articles