RS An-Nisa

RS An-Nisa Tangerang telah melampaui beberapa masa pertumbuhan seiring dengan irama pertumbuhan Kota Tangerang. Denga berfokus utama pada pelanggan, pelayanan kesehatan yang bermutu adalah value utama yang dikedepankan oleh RS An-Nisa. RS An-Nisa senantiasa berpedoman pada visinya yaitu menjadi RS berciri islami yang dipercaya yang dipilih oleh masyarakat, serta misinya yaitu menyediakan layana bermutu dan profesional, mewujudkan citra islami diseluruh jajaran dalam segala tindakan dan penampilan serta mengembangkan jiwa melayani secara ihsan pada setiap karyawannya.

Perjalanan RS An-Nisa

Menoleh kembali kebelakang, ke tahun-tahun awal berdirinya RS An-Nisa, berawal dari rumah sakit bersalin An-Nisa yang didirikan oleh Yayasan Permata Bunda pada tahun 1991, saat itu gedung seluas 2400 m2 baru aktif beroperasi 2 lantai dengan kapasitas rawat inap 15 tempat tidur, poli dokter spesialis kebidanan & kandungan, poli dokter spesialis anak dan klinik 24 jam. Lokasi strategis, didukung dengan dokter dan bidan yang berdedikasi tinggi membuat semakin banyak pasien yang datang untuk periksa kehamilan dan berobat. Dengan meningkatnya jumlah kunjungan pasien dan beragamnya pola penyakit yang ditangani, kebutuhan pelayanan tindakan medis juga semakin berkembang. Yayasan Permata Bunda pun berbenah melengkapi fasilitas, baik perluasan ruangan untuk penambahan kapasitas rawat inap, ruang tindakan dan fasilitas penunjang medis lainnya. Hingga pada tahun 2000 Rumah Bersalin An-Nisa meningkat statusperijinannya menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak dengan kapasitas 47 tempat tidur dengan pelayanan kesehatan masih sederhana, baru ada Poliklinik Kebidanan Kandungan, Poliklinik Anak dan UGD 24 jam.

Seiring berjalannya waktu, bukan hanya pasien bersalindan anak saja yang datang berobat, tetapi juga pasien dewasa dengan kasus penyakit yang bervariasi. Dengan semakin beragamnya kasus yang ditangani, kemudian direkrutlah dokter spesialis penyakit dalam, dokter bedah dan dokter spesialis lainnya untuk bergabung praktek. Mengikuti peraturan yang berlaku, pada tahun 2004 kepemilikan rumah sakit diubah menjadi dibawah perseroan terbatas yaitu PT. AN-NISA UTAMA. Semakin meningkatnya kebutuhan rawat inap dan untuk mengembangkan status rumah sakit menjadi Rumah Sakit Umum, kemudian pada akhir 2007 dimulailah pembangunan gedung baru yang lokasinya tepat disamping gedung lama. Gedung 3 lantai seluas 3882 m2 tersebut mengakomodasi kebutuhan ruangan kamar bersalin, kamar operasi, ruang perawatan dan ruang intensif. Pada bulan Agustus 2008 Rumah Sakit An-Nisa resmi berstatus rumah sakit umum, dan awal tahun 2009 gedung baru siap dioperasikan sehingga kapasitas total menjadi 110 tempat tidur.

RS An-Nisa yang lebih Modern

Ditahun 2010 RS An-Nisa memasuki era perubahan, dimana pada tahun ini terdapat pergantian manajemen rumah sakit dan perubahan tata organisasi/pengelolaan PT An-Nisa Utama selaku pemilik rumah sakit. Manajemen rumah sakit dikelola dengan sistem yang lebih modern, lebih aktif dan agresif. Disisi lain, reorganisasi dari pengelolaan PT An-Nisa Utama juga mendukung perubahan tersebut kearah yang positif. Perubahan dimulai dengan mengimplementasikan strategi bisnis dengan mekanisme Balance Scorecard yang membantu menerjemahkan visi dan strategi organisasi kedalam tindakan nyata dilapangan, dimana sistem manajemen strategi ini terdiri dari empat perspektif: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal serta pembelajaran dan pertumbuhan. Dalam hal ini kinerja rumah sakit tidak dinilai dari sisi keuangan saja namun menganut bahwa hal-hal intangible juga berperan dalam kemajuan rumah sakit, dan sistem perencanaan strategisnya mampu menghasilkan rencana strategis yang komprehensif, koheren, seimbang dan terukur.

Ditahun 2013, kapasitas tempat tidur RS An-Nisa meningkat menjadi 124 tempat tidur rawat inap. Manajemen berkomitmen tinggi untuk melakukan investasi pada infrastruktur yaitu sumber daya manusia, sistem dan prosedur agar menghasilkan pertumbuhan dan perbaikan jangka panjang. Investasi tersebut dalam bentuk reskilling karyawan, meningkatkan kemampuan sistem dan teknologi informasi dan menata ulang prosedur yang ada. Adapun penerapan pembelajaran dan pertumbuhan dilaksanakan mencakup 3 prinsip kapabilitas: kapabilitas karyawan(kepuasan,retensi dan produktivitas), kapabilitas sistem informasi dan iklim organisasi yang mendukung timbulnya motivasi.

Tahun 2014 dimana menjadi awal penerapan Jaminan Kesehatan Nasional dilewati RS An-Nisa dengan baik. Sejak awal manajemen rumah sakit dan PT. An-Nisa Utama sepakat berkomitmen untuk berpartisipasi aktif mensukseskan JKN yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan. Jauh hari sebelum waktu penerapan, seluruh jajaran telah dipersiapkan untuk pelayanan pasien jaminan BPJS. Seperti disampaikan oleh Direktur RS An-Nisa dr. Ediansyah, MARS, supaya sukses mejalankan program JKN dan dapat melayani pasien jaminan BPJS dengan baik, rumah sakit harus mempersiapkan diri dengan cara menguasai konsep casemix dan INA CBG yang digunakan sebagai metode pembayaran prospektif. Sepanjang tahun 2014 hingga saat ini jumlah pasien jaminan BPJS yang memanfaatkan layan kesehatan di RS An-Nisa semakin meningkat. Di pertengahan tahun 2014 kapasitas meningkat menjadi 130 tempat tidur rawat inap.

Tahun 2015, lima tahun berselang sejak perombakan sistem manajemen, terlihat Perkembangan RS An-Nisa semakin pesat. Diawal tahun dimulai dengan pembangunan lantai IV gedung baru yang yang selesai pada pertengahan tahun dan pelayanannya sudah dibuka pada akhir juni 2015. Rawat inap lantai IV menampung 40 tempat tidur dimana sayap kiri disiapkan khusus untuk kelas VIP dengan kapasitas 6 ruangan untuk 6 tempat tidur pasien. Adapun sayap kanan degung untuk ruangan perawatan medical kelas II dan kelas III serta ruang isolasi dengan kapasitas 34 tempat tidur. Meskipun mayoritas pasien yang dilayani RS An-Nisa adalah pasien jaminan BPJS, akan tetapi bangunan dan fasilitas ruang perawatan yang disiapkan tetap mengacu pada standar pelayanan yang berlaku, faktor kenyamanan pasien tetap diutamakan. Hal ini sesuai dengan kebijakan rumah sakit yang tidak membedakan pelayanan antara pasien BPJS dan non BPJS.